
Wednesday, September 24
Tuesday, September 16
masuk kuliah.....
haahhh!!!!....semester satu??? tanya temen lama keheranan. iya....jawabku santai... tapi temenu masih keheranan...trus yang duludulu gimana.... off jawabku kembali santai.
aku kembali akan kuliah...dan ini pilihan yang terakhirku... mohon doakan....bahasaku puitis...
emmm haaahhh...
aku masuk kuliah.... seperti mimpi...
tapi ini nyata...setiap kali aku melihat cermin, dan kucubit pipiku...
auuuu sakitt...ternyata bener...aku masuk kuliah...
ahhhh paling lama cuma 3 bulan...sterusnya berhenti lagi...kebiasaannya bahtiar kan gitu...kata temenku mengejek.
iya...dulu baru 2 bulan udah pindah ke unila...
truss gimana yang diunnila??/ tanya temenku yang satu lagi..
yaaa off...jawabku santai..
aku ingin mengishlah diri menjadi lebih baik....
aku ingin menjadi angin kebaikan untuk diriku dan temanku...
aku ingin menjadi roda cepat yang akan selalu berputar istiqomah dalam da'wah...
aku ingin mengabdi kepada kota metro....
KAMMI komisariat Metro...adalah markazku saat ini...
LDK AlIshlah stain jurai siwo...adalah ruh perjuanganku...
masuk kuliah...
ahhhh....
aku ber izzah...
untuk tetap istiqomah....
mudah-mudahan kuliahku barokah...
amiiiin,,
aku kembali akan kuliah...dan ini pilihan yang terakhirku... mohon doakan....bahasaku puitis...
emmm haaahhh...
aku masuk kuliah.... seperti mimpi...
tapi ini nyata...setiap kali aku melihat cermin, dan kucubit pipiku...
auuuu sakitt...ternyata bener...aku masuk kuliah...
ahhhh paling lama cuma 3 bulan...sterusnya berhenti lagi...kebiasaannya bahtiar kan gitu...kata temenku mengejek.
iya...dulu baru 2 bulan udah pindah ke unila...
truss gimana yang diunnila??/ tanya temenku yang satu lagi..
yaaa off...jawabku santai..
aku ingin mengishlah diri menjadi lebih baik....
aku ingin menjadi angin kebaikan untuk diriku dan temanku...
aku ingin menjadi roda cepat yang akan selalu berputar istiqomah dalam da'wah...
aku ingin mengabdi kepada kota metro....
KAMMI komisariat Metro...adalah markazku saat ini...
LDK AlIshlah stain jurai siwo...adalah ruh perjuanganku...
masuk kuliah...
ahhhh....
aku ber izzah...
untuk tetap istiqomah....
mudah-mudahan kuliahku barokah...
amiiiin,,
Friday, September 12
cerita hati
by:
Semalam yang telah pergi
Menghilang tanpa jejak
Membawa bersama cereka
Getar dan ketawa
Dan kini ku mencari
Kalau masih ada kesan
Yang terus tersisa di dada
Pantai permainan
Jalanan yang panjang
Bersimpang haluan
Bagai pentas luahan rasa
Tiada bersempadan
*Pada awan biru ku melakar kata-kata
Pada langit cerah ku panah semua cerita
Dengarlah mentari suara hatiku menyanyi
Berterbangan jiwa merentasi pelangi
Mungkinkah ada esokUntuk ku ukirkan
kalimahMenjadi arca pembuktian
Pengabdian cinta
(ulang * - 2x)
Gerimis menitis gugur membasahi bumi
Bagai menangisi sebuah cerita hati
Andai kau fahami semua hikayat pendita
Seribu tahun kau pasti bisa setia
Ke alam syurga
Semalam yang telah pergi
Menghilang tanpa jejak
Membawa bersama cereka
Getar dan ketawa
Dan kini ku mencari
Kalau masih ada kesan
Yang terus tersisa di dada
Pantai permainan
Jalanan yang panjang
Bersimpang haluan
Bagai pentas luahan rasa
Tiada bersempadan
*Pada awan biru ku melakar kata-kata
Pada langit cerah ku panah semua cerita
Dengarlah mentari suara hatiku menyanyi
Berterbangan jiwa merentasi pelangi
Mungkinkah ada esokUntuk ku ukirkan
kalimahMenjadi arca pembuktian
Pengabdian cinta
(ulang * - 2x)
Gerimis menitis gugur membasahi bumi
Bagai menangisi sebuah cerita hati
Andai kau fahami semua hikayat pendita
Seribu tahun kau pasti bisa setia
Ke alam syurga
sejarah....Nuansa metro
Nuansa saat ini terdiri dari AHMAD BAHTIAR, ROSYADI AHMAD, KHABIB AL-AMIN, M.GUNTUR AGENG PRAYOGI, DAN MUNASIR dengan managernya M.Nur.pada tahun 2004, ada festival nasyid indonesia seleksi lampung. pada saat itu bahtiar dan rosyadi tergabung dalam team nasyid hammas voice, dengan aliran musik yang haroki dan sempat mengikuti festival tersebut dan gagal.pada suatu hari khabib yang dulu masih SMP kelas 3, iseng-iseng nyanyi2 dengan bahtiar. trus mereka mencoba mencari suara 2 ....ehhh ternyata ketemu.kemudian bahtiar dan rosyadi mengajak khabib untuk membuat team nasyid. dan pada saat itu nuansa sangat lugu dengan gaya katroknya...mereka mengajak salah satu santri pondok WU untuk ikut, seperti agus sulistio. kemudian mereka latihannya di kos-kosannya rosydi. pada saat sedang latihan, mas ageng (kakaknya rosyadi) juga diajak nimbrung...(awalnya dia hanya sekedar iseng...karena dia seneng lagu-lagu malaysia) . selang beberapa hari, team nasyid nuansa voice (nama nuansa pada saat itu) diundang oleh adik kelasnya bahtiar untuk tampil acara maulid nabi di masjid aljihad, deket pasar. itulah sebenernya cikal bakal nuansa itu lahir. agus dan wawan tidak ikut lagi, karena mereka menyadari bahwa suara mereka fals.hehe..kemudian muncullah personil lagi farhan dan sutrisno. kemudian nuansa voice berubah nama menjadi nuansa.kami, sering ada undangan acara LDK, acara kampanye PKS, dan acara pernikahan. farhan tidak bertahan lama karena pergi kepalembang, dan sutrisno jiga off karena mau nerusin kuliah. tinggal ber 4 aja...nuansa semakin profesional dengan menggaet mantan personil nasyid namanya mas toriq. tapi tidak bertahan lama, karena dia sibuk. akhirnya khabib punya teman disekolahnya yang bernama munasir, drummer terbaik sekota metro tahun ...saya lupa.dan,,,....nuansa sekarangggg....berlimayaa....gitu..aja... sejarah nuansa...saat ini nuansa berkembang sangat pesat.STAIN bekerja sama dengan nuansa dengan penyewaan GSG berpaket dengan Nasyid Nuansa.dan Nuansa dikontrak oleh Pemda kota metro untuk dapat menjadi bagian yang utuh dari seni-seni yang ada dikota metro.mudah-mudahan Nuansa semakin memberikan warna kebaikan di lampung khususnya di kota metro...
Thursday, September 4
ramadhan indah di kampus
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh...
ar
Kisah ini Sudah sangat terkenal. Penulis diambil dari salah seorang blogger. Ada bebrapa referensi lain, misalnya dari milis, Myquran. Ataupun dari milis. Yang saya pahami, bahwa kisah ini hanyalah karangan seorang sastrawan Aceh, untuk memberikan semangat kepada pemuda pemuda di Aceh dalam melawan penjajahan. Jadi bukan kisah nyata. Wallahu a’lam. Namun demikian, alangkah bagusnya jika kita bisa mengambil ibroh/pelajaran dari kisah kisah tersebut._________________________________________________
Dalam suatu kisah yang dipaparkan Al Yafi’i dari Syeikh Abdul Wahid bin Zahid, dikatakan: Suatu hari ketika kami sedang bersiap-siap hendak berangkat perang, aku meminta beberapa teman untuk membaca sebuah ayat. Salah seorang lelaki tampil sambil membaca ayat Surah At Taubah ayat 111, yang artinya sebagai berikut :
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan sorga untuk mereka" Selesai ayat itu dibaca, seorang anak muda yang berusia 15 tahun atau lebih bangkit dari tempat duduknya. Ia mendapat harta warisan cukup besar dari ayahnya yang telah meninggal. Ia berkata:"Wahai Abdul Wahid, benarkah Allah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan sorga untuk mereka?" "Ya, benar, anak muda" kata Abdul Wahid. Anak muda itu melanjutkan:"Kalau begitu saksikanlah, bahwa diriku dan hartaku mulai sekarang aku jual dengan sorga."
Anak muda itu kemudian mengeluarkan semua hartanya untuk disedekahkan bagi perjuangan. Hanya kuda dan pedangnya saja yang tidak. Sampai tiba waktu pemberangkatan pasukan, ternyata pemuda itu datang lebih awal. Dialah orang yang pertama kali kulihat. Dalam perjalanan ke medan perang pemuda itu kuperhatikan siang berpuasa dan malamnya dia bangun untuk beribadah. Dia rajin mengurus unta-unta dan kuda tunggangan pasukan serta sering menjaga kami bila sedang tidur.
Sewaktu sampai di daerah Romawi dan kami sedang mengatur siasat pertempuran, tiba-tiba dia maju ke depan medan dan berteriak:"Hai, aku ingin segera bertemu dengan Ainul Mardhiyah . ." Kami menduga dia mulai ragu dan pikirannya kacau, kudekati dan kutanyakan siapakah Ainul Mardiyah itu. Ia menjawab: "Tadi sewaktu aku sedang kantuk, selintas aku bermimpi. Seseorang datang kepadaku seraya berkata: "Pergilah kepada Ainul Mardiyah." Ia juga mengajakku memasuki taman yang di bawahnya terdapat sungai dengan air yang jernih dan dipinggirnya nampak para bidadari duduk berhias dengan mengenakan perhiasan-perhiasan yang indah. Manakala melihat kedatanganku , mereka bergembira seraya berkata: "Inilah suami Ainul Mardhiyah . . . . ."
"Assalamu’alaikum" kataku bersalam kepada mereka. "Adakah di antara kalian yang bernama Ainul Mardhiyah?" Mereka menjawab salamku dan berkata: "Tidak, kami ini adalah pembantunya. Teruskanlah langkahmu" Beberapa kali aku sampai pada taman-taman yang lebih indah dengan bidadari yang lebih cantik, tapi jawaban mereka sama, mereka adalah pembantunya dan menyuruh aku meneruskan langkah.
Akhirnya aku sampai pada kemah yang terbuat dari mutiara berwarna putih. Di pintu kemah terdapat seorang bidadari yang sewaktu melihat kehadiranku dia nampak sangat gembira dan memanggil-manggil yang ada di dalam: "Hai Ainul Mardhiyah, ini suamimu datang . …"
Ketika aku dipersilahkan masuk kulihat bidadari yang sangat cantik duduk di atas sofa emas yang ditaburi permata dan yaqut. Waktu aku mendekat dia berkata: "Bersabarlah, kamu belum diijinkan lebih dekat kepadaku, karena ruh kehidupan dunia masih ada dalam dirimu." Anak muda melanjutkan kisah mimpinya: "Lalu aku terbangun, wahai Abdul Hamid. Aku tidak sabar lagi menanti terlalu lama".
Belum lagi percakapan kami selesai, tiba-tiba sekelompok pasukan musuh terdiri sembilan orang menyerbu kami. Pemuda itu segera bangkit dan melabrak mereka. Selesai pertempuran aku mencoba meneliti, kulihat anak muda itu penuh luka ditubuhnya dan berlumuran darah. Ia nampak tersenyum gembira, senyum penuh kebahagiaan, hingga ruhnya berpisah dari badannya untuk meninggalkan dunia. ( Irsyadul Ibad ).
ar
Kisah ini Sudah sangat terkenal. Penulis diambil dari salah seorang blogger. Ada bebrapa referensi lain, misalnya dari milis, Myquran. Ataupun dari milis. Yang saya pahami, bahwa kisah ini hanyalah karangan seorang sastrawan Aceh, untuk memberikan semangat kepada pemuda pemuda di Aceh dalam melawan penjajahan. Jadi bukan kisah nyata. Wallahu a’lam. Namun demikian, alangkah bagusnya jika kita bisa mengambil ibroh/pelajaran dari kisah kisah tersebut._________________________________________________
Dalam suatu kisah yang dipaparkan Al Yafi’i dari Syeikh Abdul Wahid bin Zahid, dikatakan: Suatu hari ketika kami sedang bersiap-siap hendak berangkat perang, aku meminta beberapa teman untuk membaca sebuah ayat. Salah seorang lelaki tampil sambil membaca ayat Surah At Taubah ayat 111, yang artinya sebagai berikut :
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan sorga untuk mereka" Selesai ayat itu dibaca, seorang anak muda yang berusia 15 tahun atau lebih bangkit dari tempat duduknya. Ia mendapat harta warisan cukup besar dari ayahnya yang telah meninggal. Ia berkata:"Wahai Abdul Wahid, benarkah Allah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan sorga untuk mereka?" "Ya, benar, anak muda" kata Abdul Wahid. Anak muda itu melanjutkan:"Kalau begitu saksikanlah, bahwa diriku dan hartaku mulai sekarang aku jual dengan sorga."
Anak muda itu kemudian mengeluarkan semua hartanya untuk disedekahkan bagi perjuangan. Hanya kuda dan pedangnya saja yang tidak. Sampai tiba waktu pemberangkatan pasukan, ternyata pemuda itu datang lebih awal. Dialah orang yang pertama kali kulihat. Dalam perjalanan ke medan perang pemuda itu kuperhatikan siang berpuasa dan malamnya dia bangun untuk beribadah. Dia rajin mengurus unta-unta dan kuda tunggangan pasukan serta sering menjaga kami bila sedang tidur.
Sewaktu sampai di daerah Romawi dan kami sedang mengatur siasat pertempuran, tiba-tiba dia maju ke depan medan dan berteriak:"Hai, aku ingin segera bertemu dengan Ainul Mardhiyah . ." Kami menduga dia mulai ragu dan pikirannya kacau, kudekati dan kutanyakan siapakah Ainul Mardiyah itu. Ia menjawab: "Tadi sewaktu aku sedang kantuk, selintas aku bermimpi. Seseorang datang kepadaku seraya berkata: "Pergilah kepada Ainul Mardiyah." Ia juga mengajakku memasuki taman yang di bawahnya terdapat sungai dengan air yang jernih dan dipinggirnya nampak para bidadari duduk berhias dengan mengenakan perhiasan-perhiasan yang indah. Manakala melihat kedatanganku , mereka bergembira seraya berkata: "Inilah suami Ainul Mardhiyah . . . . ."
"Assalamu’alaikum" kataku bersalam kepada mereka. "Adakah di antara kalian yang bernama Ainul Mardhiyah?" Mereka menjawab salamku dan berkata: "Tidak, kami ini adalah pembantunya. Teruskanlah langkahmu" Beberapa kali aku sampai pada taman-taman yang lebih indah dengan bidadari yang lebih cantik, tapi jawaban mereka sama, mereka adalah pembantunya dan menyuruh aku meneruskan langkah.
Akhirnya aku sampai pada kemah yang terbuat dari mutiara berwarna putih. Di pintu kemah terdapat seorang bidadari yang sewaktu melihat kehadiranku dia nampak sangat gembira dan memanggil-manggil yang ada di dalam: "Hai Ainul Mardhiyah, ini suamimu datang . …"
Ketika aku dipersilahkan masuk kulihat bidadari yang sangat cantik duduk di atas sofa emas yang ditaburi permata dan yaqut. Waktu aku mendekat dia berkata: "Bersabarlah, kamu belum diijinkan lebih dekat kepadaku, karena ruh kehidupan dunia masih ada dalam dirimu." Anak muda melanjutkan kisah mimpinya: "Lalu aku terbangun, wahai Abdul Hamid. Aku tidak sabar lagi menanti terlalu lama".
Belum lagi percakapan kami selesai, tiba-tiba sekelompok pasukan musuh terdiri sembilan orang menyerbu kami. Pemuda itu segera bangkit dan melabrak mereka. Selesai pertempuran aku mencoba meneliti, kulihat anak muda itu penuh luka ditubuhnya dan berlumuran darah. Ia nampak tersenyum gembira, senyum penuh kebahagiaan, hingga ruhnya berpisah dari badannya untuk meninggalkan dunia. ( Irsyadul Ibad ).
Sunday, August 24
ramadhan...indahnya...
hari indah...hari ramadhan..
indah berbagi...indah bersama...
saling memberi dan menerima...
atas ridhonya....
Allah memberi hidayah kita
Ia yang kuasa atas segala.....
bagi yang durhaka akan mendapat siksa...
bagi yang taat dapat cintanya...
ramadhan....indahnya berbagi bersama
ramadhan....indahnya ibadah bersama
perbaiki diri menatap asa...
gapai angan ke syurga..
reff,1
allah memberi hidup kita
ia yang kuat atas segala
bagi yang durhaka akan mendapat siksa...
bagi yang taat dapat cintanya...
ramadhan....indahnya berbagi bersama
ramadhan....indahnya ibadah bersama
perbaiki diri menatap asa...
gapai angan ke syurga..
indah berbagi...indah bersama...
saling memberi dan menerima...
atas ridhonya....
Allah memberi hidayah kita
Ia yang kuasa atas segala.....
bagi yang durhaka akan mendapat siksa...
bagi yang taat dapat cintanya...
ramadhan....indahnya berbagi bersama
ramadhan....indahnya ibadah bersama
perbaiki diri menatap asa...
gapai angan ke syurga..
reff,1
allah memberi hidup kita
ia yang kuat atas segala
bagi yang durhaka akan mendapat siksa...
bagi yang taat dapat cintanya...
ramadhan....indahnya berbagi bersama
ramadhan....indahnya ibadah bersama
perbaiki diri menatap asa...
gapai angan ke syurga..
Subscribe to:
Posts (Atom)